Akar masalah sama tapi pemecahan nya bisa beda
Sabtu, 06 Januari 2024
Kamis, 07 Desember 2023
Sabtu, 29 April 2023
Selasa, 04 April 2023
Sabtu, 09 Juli 2022
Siti Hajar
Siti Hajar protes, mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan
Hajar mengejar Ibrahim, suaminya,
dan berteriak ;
"Mengapa engkau tega meninggalkan kami disini, bagaimana kami bisa bertahan hidup ?"
Ibrahim terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.
Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail,
Kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit,
"Apakah ini Perintah Tuhanmu ?"
Kali ini Ibrahim, sang Khalilullah, berhenti melangkah............;
Dunia seolah berhenti berputar, Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim.
Butir pasir seolah terpaku kaku, angin seolah berhenti mendesah, pertanyaan atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semuanya terkesiap.
Ibrahim membalik tegas, dan berkata "Iya!"..........;
Hajar berhenti...... mengejar, dan dia terdiam, lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semua Malaikat, butir pasir dan angin.
"Jikalau ini perintah Tuhanmu, pergilah, tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Allah akan menjaga kami."
Ibrahim pun beranjak pergi.
dilema itu punah sudah.....
Ini sebuah Pengabdian, atas nama Perintah Allah, bukan pembiaran.
Peristiwa Hajar dan Ibrahim adalah Romantisme Keberkahan.
Itulah Ikhlas...
Ikhlas adalah wujud sebuah Keyakinan Mutlak, pada Sang Maha Mutlak.
"Ikhlas adalah kepasrahan, bukan mengalah, apalagi menyerah kalah".
"Ikhlas itu adalah ketika engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk".
"Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri, dan semua yang engkau cintai".
"Ikhlas adalah memilih jalan-Nya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain".
Ikhlas bukan lari dari kenyataan. Ikhlas bukan karena terpaksa. Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir.
Ikhlas tak pernah berhitung, tak pernah pula menepuk dada.
Ikhlas itu tangga menuju-Nya, mendengar perintah-Nya, mentaati-Nya. Ikhlas adalah Ikhlas.
"Belum cukupkah engkau memahami apa itu ikhlas dari perginya Ibrahim dan diamnya Hajar?"
Dan aku, kamu, serta kita semua ... saatnya tertunduk pasrah dengan Ikhlas menuju ridha Allah agar mencapai surga sebagai tujuan.
"Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat, penuh keikhlasan hanya berharap ridha dan rahmat Allah
Minggu, 18 Juli 2021
jin takut sama tukang jahit
===================
~ Pagi hari ini dibawah pohon kelengkeng halaman Rumah nya, Seorang Kyai sdg ngobrol dgn Tamu Istimewanya,
yaitu *JIN*
KYAI*:....."Jin...takut kah kamu sama orang yg rajin Ibadah.??
*JIN*:....."zaman skrng sy ga takut lg pak Kyai.. Mrk skrng gampang di bujuk, di Suap, diadu domba, percaya hoax, malahan nyebarin berita hoax, Dugem juga, ber-Muka Dua, Nilep Pajak, Korupsi, Mabok, Zinah, Nilep Anggaran dan Dosa2 lainnya"
*KYAI*:....."Trs kamu sama siapa takutnya"...
*JIN*:......"Trs terang aja saya paling takut sm Tukang Jahit Keliling yg Naik Sepěda" lo pak Kyai..
*KYAI*:....."Aach...kamu ada² aja, Masa tukang jahit keliling saja kamu Takuuut..??
*JIN*:....." La iya laa.., bgmn sy gak takut pak Kyai, apa Kiayi ga baca ada tulisan *"TERIMA PERMAK JIN"*
..."Potong kaki Rp 5000"
..."Kecilin kaki Rp 10.000"
..."Kecilin perut Rp15.000"
"coba pak Kyai bayangin klo ada yg mau byr Rp.100.000... Seperti apa bentuk sy jadinya.??
*KYAI*:......
(cuma senyum dan manggut² lalu ketawa)
😀😷👍🏼
Tetap semangat 👍
Kamis, 18 Februari 2021
salah pasang
Malam Partamo
Si Jono jo si Nelly baru baralek siang tadi.
Malam nyo...kutiko si Jono jo si Nelly lah masuak biliak..kaduonyo baitu sanang ati mancaliak banyak KADO dari undangan jo dunsanak nan tibo. Kaduo laki bini tadi samo2 maurak kado tu.
Ado galeh..piriang..jam dindiang...tas.. sipatu padusi dll.
Dari nan banyak tu..si Nelly sangaik suko ka sipatu tu dek lah lamo nyo idamkan nan takah tu. Tapi sayang... sipatu tu agak sampik... nyo cubo juo manyorongkan.. dek nak man tes juo.. nyo mintak tolong ka si Jono lakinyo....
Sadang si Nelly mangecek jo lakinyo, pas pulo mande si Nelly sadang lalu di muko pintu biliak pengantin ko, dek nak pai ka balakang.
Jono : "Bukaklah diak, nak uda masuak an..."
Nelly ; "Lambek2 yo da.. sakik dek uda mah aa".
Jono : "Barang baru tu iyo sampik diak oiii...."
Nelly : "Sakik da...ndak muek doh...aa".
(Takana dek si Nelly kaki mandenyo ketek..)
Nelly : "Ka amak se lah sorongan da, lapang tu mah...".
Mandanga tu...manjaweklah mande si Nelly dari lua...,
"Oiii Nellyyyy...tea kau ko! Si Jono tu kan laki kauuu...manga lo ka den ka inyo sorongan...!!!

